Showing posts with label Jejaring sosial. Show all posts
Showing posts with label Jejaring sosial. Show all posts

Facebook dan Mark Zuckerberg-nya Cina

Facebook, sangat fenomenal dan populer dewasa ini, mulai dari anak sekolah sampai opa-oma memakai Facebook. Dari Fidel Castro sampai Dalai Lama, punya akun Facebook. Saya sempat berpikir, pasti tidak ada manusia yang tidak mengenal Facebook. Ternyata pikiran saya keliru.

Facebook dan Mark Zuckerberg-nya Cina<br />Ada 1.3 milyar manusia di muka bumi ini tidak mengenal Facebook, yaitu masyarakat Cina. Mereka hidup dibalik tembok tebal (Firewall) internet yang dipasang oleh pemerintah Cina. Konon ada beberapa orang kaya dan menguasai teknologi computer yang bisa membobol firewall tersebut—tentu saja termasuk hacker Cina yang terkenal itu.

Pemasangan firewall yang dilakukan oleh pemerintah Cina bukan tanpa tujuan. Tujuan utamanya untuk pertahanan negara. Tujuan berikutnya untuk memaksimalkan penggunaan produk lokal (buatan sendiri).

Segala sesuatu yang laris ada versi Cina-nya. Mulai dari produk makanan dan minuman sampai sepeda motor, semua ada versi cina-nya. Atau, sebutlah Chiphone—iPhone versi Cina (buatan Cina maksudnya). Setiap barang duplikat yang diproduksi di sana dimaksudkan agar masyarakat Cina hanya mengkonsumsi dan mengguanakan barang-barang buatan mereka sendiri.

Dengan demikian, maka defisit neraca perdagangan bisa ditekan sampai ketitik terendah (karena mereka tidak banyak impor barang). Dan terbukti taktik itulah yang membuat ekonomi Cina sekarang ini menjadi sangat stabil, bahkan mampu menggoyang Amerika Serikat.

Kembali ke topik utama (Facebook). Lalu bagaimana mereka berkomunikasi? Apakah mereka menggunakan kentongan?

Tentu saja tidak. Namanya bukan Cina kalau mereka tidak memiliki barang hasil buatan mereka sendiri. Mereka memiliki jejaring internet sendiri yang menghubungkan antara masyarakat Cina yang satu dengan yang lain. Termasuk jejaring pertemanan. Facebook versi Cina!

Renren (Facebook-nya Cina)

Di tengah-tengah kemajuan ekonomi Cina, tentu saja moderenitas juga tidak terhindarkan. Di sana ada dua situs jejaring sosial yang sangat populer—dipergunakan oleh hampir semua masyarakat Cina (yang memiliki koneksi internet tentunya). Namanya Renren, dan Kaixin001.

Renren yang nyasar segement pelajar dan mahasiswa, hadir sejak tahun 2005. Sedangkan Kaixin001 yang nyasar kamu professional muda Cina, hadir sejak tahun 2008. Diantara dua itu, Renren sangat mirip dengan Facebook—arsitektur halaman, desain layout hingga warnanya (biru - putih).

Menurut kerabat saya yang kuliah nyambi kerja di Beijing sana, dalam banyak hal, aktifitas masyarakat Cina di sosial media sngat mirip dengan orang Singapura maupun kita di Indonesia.

Pegawai kantor yang bekerja menggunakan komputer berinteraksi di sosial media (Renren dan Kaixin001) sepanjang hari. Pulang kantor, sampai dirumahpun masih online menggunakan HP. Update status, berkomentar, like, share, sama seperti kita di Facebook.

Opa-oma pun tak ketinggalan, mereka menanam kentang, tomat, di FarmVille-nya Renren. Tentu saja namanya bukan FarmVille. Ya mirip FarmVille lah barangkali.

Ada sedikit perbedaan. Konon orang di daratan Cina sana, lebih agresif dan aktif berkomunikasi di Renren maupun Kaixin001 dibandingkan pengguna Facebook dari negara lain. Mungkin jumlah status dan komentar yang mereka buat dalam sehari mencapai dua kali lipat dari jumlah yang dibuat oleh rata-rata orang kita di Indonesia yang menggunakan Facebook. Hmm.. berarti intensitasnya mirip orang Singapura

Seperti Facebook, pertumbuhan jumlah pengguna Renren-pun konon sangat pesat. Dengan jumlah penduduk mencapai 1.3 milyar jiwa—hampir sepertiga jumlah orang online di seluruh dunia, Renren mengklaim sekitar 165 juta pengguna. Sementara Kaixin001 hanya 95 juta.

Sebuah hasil penelitian pernah dipublikasikan oleh Netpop (San Francisco) menunjukkan, sosial media duakali lebih besar pengaruhnya terhadap keputusan membeli pengguna internet di Cina, dibandingkan dengan situs lainnya. Dan itu luar biasa. Banyak brand kenamaan dunia (Apple, BMW, Estée Lauder, Lay’s, dll.) lebih memilih memasang iklan di Renren maupun kaixin00, daripada di Facebook maupun Twitter.

Wang Xing (Mark Zuckerberg-nya Cina?)

Awalnya, Facebook ala cina ini bernama Xiaonei (artinya “di kampus”), dibuat oleh seorang pemuda bernama Wang Xing, jebolan Universitas Tsinghua (MIT-nya Cina hehehe…, kan segala sesuatu diduplikasi oleh Cina hehe..). Tahun 2003, Wang Xing drop out dari pendidikan PhD Delaware University (Amerika) dan pulang ke Beijing untuk membuat Friendster versi Cina, tetapi gagal. Dua tahun kemudia Wang Xing mendengar tentang Facebook dan memutuskan untuk membuat duplikatnya (baca: Facebook versi Cina) yang dia sebut Xiaonei.

Awalnya Xiaonei dibuat untuk membuat dunia yang lebih baik—menurut Wang Xing. Terutama dunia kampus (Universitas Tsinghua, maskudnya). Dengan modal 300,000 renminbi (sekitar $45,000), Wang Xing mengajak dua rekannya untuk mendirikan Xiaonei tahun 2005.

Dalam beberapa hari saja Xiaonei langsung bisa mengumpulkan 4000 anggota. Konon beberapa bulan setelah itu, bertepatan dengan tahun baru Cina. Xiaonei mencarter bis untuk mengantarkan anggotanya yang berjumlah ribuan itu untuk pulang kampung di berbagai daerah di daratan Cina.

Inilah perbedaan Wang Xing dengan Mark Zuckerberg—sehingga, TIDAK. Wang Xing bukan Mark Zuckerberg-nya Cina. (Menurut teman saya itu, orang Cina juga tahu Mark Zuckerberg yang asli koq.. ha ha ha ha).

Tahun 2006, Xiaonei dijual kepada Oak Pacific Interactive dengan nilai sekitar 4 juta dollar Amerika. Mungkin Wang Xing pikir, uang $4 juta sudah sangat banyak saat itu. Ya, jelas sangat banyak dibandingkan modalnya yang hanya $45,000. Tetapi menjadi sangat sedikit jika dibandingkan dengan nilai Xionei yang sekarang disebut Renren oleh si pemilik barunya.

Katakanlah ini photocopy-nya Facebook—karya orang barat yang mereka copy, sesuaikan, tambahkan, modifikasi, dan seterusnya hingga tercipta situs jejaring sosial bernama Renren dan Kaixin001. Situs sosial media modern yang mengiringi perjalanan sejarah orang Cina menuju beradaban yang lebih bebas dalam berekspresi. Terlepas masif-nya pelanggaran hak cipta (copyright) yang dilakukan oleh masyarakat Cina sana. kompasiana/Gusti Bob

Koprol for Business Tawarkan Solusi Pemasaran

Yahoo! Koprol, layanan media sosial lokal yang tahun lalu diakuisisi oleh Yahoo!, meluncurkan fitur terbarunya, Koprol for Business, Kamis (17/2/2011). Fitur tersebut secara khusus didesain untuk memenuhi kebutuhan pengusaha akan ruang untuk memasarkan produk.

Seperti diketahui, media sosial telah berkembang dari sekadar media berkomunikasi menjadi media pemasaran. Pemasaran lewat media sosial, seperti Facebook dan Twitter, terbukti lebih murah, efisien, serta interaktif ketimbang melalui iklan.

Dalam peluncuran itu, Satya Witoelar, co-founder Yahoo! Koprol mengatakan, "Sebenarnya Koprol sudah lama dimanfaatkan untuk bisnis jauh sebelum fitur ini diluncurkan. Namun, sekarang sepertinya saat yang tepat untuk meluncurkannya."

Satya mengungkapkan, fitur terbaru Yahoo! Koprol ini memiliki beberapa kelebihan yang membantu dalam pemasaran produk atau perusahaan.

"Kita bisa membuat profil, mengklaim tempat tertentu, dan terhubung dengan konsumen secara langsung. Untuk profil, kita bisa buat yang lebih dari sekadar brosur. Di profil, kita bisa benar-benar ngobrol dengan konsumen. Mereka bisa kasih tanggapan," kata Satya.

Jadi, proses pengenalan produk lebih interaktif dan tak satu arah. Pemilik akun juga bisa costumize foto atau wallpaper yang mendukung. Jika perusahaan memiliki beberapa tempat, mereka juga bisa costumize foto yang berbeda untuk lokasi berbeda. Ini bisa membantu memperkenalkan perbedaan-perbedaan yang mungkin ada di lokasi berbeda.

"Kita bisa memantau pengunjung, misalnya siapa mereka, umurnya berapa, dan obrolannya apa," ujar Satya. Statistik dilihat dari banyaknya pengunjung yang membuka profil serta lokasi bisnis berada.

Selain dirancang untuk menyampaikan promosi, fitur ini juga memberi kesempatan untuk menemukan komunitas mobile anak muda. Dengan interaksi, akan terjalin kepercayaan terhadap perusahaan bisnis dan loyalitas terhadap produk.

Secara umum, Satya mengungkapkan tiga alasan memakai Koprol for Business. Dengan fitur ini, produk tertentu bisa disampaikan dengan mudah dan dua arah, pengusaha langsung masuk pada lahan tempat konsumen berkumpul, dan ini merupakan fitur kelas dunia yang didukung oleh lokal. Untuk penggunaan semua fasilitas pada fitur tersebut, biayanya gratis. Sementara pengguna yang membutuhkan layanan ekstra bisa memanfaatkan "Permium Class" yang berbayar.

Pastinya, ada beberapa kelebihan pada layanan berbayar. "Untuk layanan berbayar, kami bisa membantu bagaimana cara engage costumer dan mendapat kesempatan pertama untuk mencoba fitur baru," papar Satya.

Jika ingin menggunakan layanan berbayar, calon pengguna bisa menghubungi lewat biz@koprol.com. Satya mengungkapkan, fitur ini akan sangat potensial untuk dimanfaatkan oleh usaha kecil dan menengah (UKM) yang jumlahnya menjamur di Indonesia.

"Pada masa depan, Koprol for Business dapat mengubah secara signifikan strategi pemasaran UKM," ujarnya. Yahoo! Koprol bisa diakses lewat berbagai macam gadget, mulai PC hingga telepon seluler paling jadul. Satya mengatakan, Koprol akan meluncurkan layanan baru lewat SMS sehingga memudahkan pengguna memanfaatkan layanan. kompas.com

Penjelasan Kemenhan Soal Twitter

Kementerian Pertahanan (Kemenham) memberi penjelasan tentang statemen Menhan Purnomo Yusgiantoro tentang twitter yang meruak pekan lalu. Berikut ini penjelasan Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen I Wayan Midhio, M.Phil, Senin (31/1/2011):

Terkait pemberitaan berbagai harian yang terbit pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2011, yang mengangkat pernyataan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro tentang situs jejaring sosial Twitter sebagai ancaman nir militer bagi negara. Maka berita tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Menhan pada saat memberikan keterangan pers menjelang istirahat pada Rapat Dengar Pendapat antara pimpinan Kemhan dan TNI dengan Komisi I DPR hari Kamis lalu.

Menhan hanya ingin menjelaskan bahwa ancaman nir militer yang terjadi di cyber media bisa dalam bentuk cyber crime. Hal ini dapat dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan menggunakan situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook dan lain-lainnya. Situs jejaring sosial tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi rahasia seperti data intelijen, data pribadi dan lain-lainnya yang dapat merugikan masyarakat, bangsa dan negara.

Namun, Menhan tidak bermaksud menyatakan bahwa Twitter, Facebook dan sejaring sosial sebagai ancaman nir militer. Menhan hanya ingin menjelaskan bahwa ada dua ancaman terhadap bangsa dan negara, yaitu ancama militer dan ancaman nir militer.

Ancaman nir militer dapat juga dilakukan melalui cyber media atau dunia maya seperti Twitter, Facebook atau jejaring sosial lainnya. Bila hal tersebut terjadi maka Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai penjurunya. Jika ancaman yang terjadi dalam bentuk wabah penyakit menular, maka yang menjadi penjuru adalah Kementerian Kesehatan.

Demikian pelurusan berita ini disampaikan dengan maksud agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat.(nrl/fw/detikinet.com)

Membuat Bingkai Tulisan atau Gambar

Sobat blogger yang mungkin belum tahu cara membuat bingkai (kotak) pada tulisan. Atau jika sobat belum tau baca tulisan saya DISINI. Mungkin ada yang sudah tahu tapi tidak tahu bagaimana membuat tulisan dalam bentuk script HTML di dalam kotak tersebut. Atau mungkin juga sudah tahu tapi belum mengerti benar akan perintah-perintah yang ada karena hampir di setiap artikel mengenai bingkai ini tidak diberikan penjelasan yang memadai sehingga cukup menyulitkan bagi blogger pemula untuk memahaminya. Nah, mungkin tulisan ini akan berguna untuk mengatasi “ketidaktahuan” tersebut.

Jangan Kwatir, saya akan memberikan tips untuk membuat bingkai tulisan atau gambar pada blog. Caranya adalah sebagai berikut.


Anda hanya menambahkan kode berikut ini.

1. Bingkai Berbentuk Border
<div style="border: 1px solid #CCC; margin: 10px 0px; padding: 10px; width: auto; height: auto; background-color:#FBFBEE; text-align: left;">

TULISAN YANG KAMU INGINKAN

</div>
Silahkan lakukan pengeditan terhadapa bordenya sesuai keinginan anda.

2. Bingkai Berbentuk Overflow
<div style="overflow:auto; border: 1px solid #CCC; margin: auto; padding: 3px; width: 95%; height: 100px; background-color: none; text-align: left;">

TULISAN YANG KAMU INGINKAN

</div>
Lakukan pengeditan terhadap Overflownya sesuai keinginan anda.

3. Bingkai Berbentuk Textarea
<textarea rows="5" cols="50">

TULISAN YANG KAMU INGINKAN

</textarea>
Silahkan lakukan pengeditan dengan Textareanya sesuai dengan keinginan anda

Submit

This summary is not available. Please click here to view the post.

Cara mendaftar Facebook

Facebook sekarang ini sudah sangat meluas. Mulai dari anak usia sekolah sampai dewasa hampir semuanya punya akun facebook. Dan, setiap hari selalu ada saja yang mencari di internet tentang cara daftar facebook, cara membuat akun fesbuk, cara daftar fesbuk, cara membuat fb, cara membuat 2 facebook dengan 1 email, cara mendaftar facebook, membuat akun facebook baru, cara mendaftar fb dan lain-lain.

cara membuat facebook

1. Pertama kali, masuklah ke situs/alamat facebook di http://www.facebook.com/ atau klik di sini facebook

2. Pastikan tampilan yang ada di layar computer atau laptop kamu seperti pada gambar di bawah,

Jika kamu kurang mahir bahasa inggris, sebaiknya pastikan dulu kalau tampilannya menggunakan bahasa indonesia untuk memudah kan proses ‘cara membuat facebook’. Kalau masih berbahasa inggris, bisa kamu rubah dulu. Caranya, pada bagian kiri bawah akan terlihat menu pilihan Bahasa Indonesia, English (US), Español, Português (Brasil), Français (France), Deutsch, Italiano dan lain-lain. Klik pada tulisan Bahasa indonesia dan tunggu sebentar sampai proses loading selesai.

3. Isi data-data yang diminta pada kolom yang tersedia seperti nama depan, nama belakang, email, kata sandi, jenis kelamin, dan tanggal lahir (saran : sebaiknya menggunakan identitas samaran saja). Setelah terisi semuanya, selanjutnya klik mendaftar. Contoh lihat gambar di bawah. Bagi yang belum punya email, baca dulu artikel sebelumnya cara membuat email.

4. Selanjutnya akan dibawa ke halaman yang mengharuskan kita mengisi kode captcha. Isi kotak yang tersedia dengan angka/huruf yang ada dalam gambar kemudian klik mendaftar. Isikan yang benar, karena kalau salah akan disuruh mengulang.


5. Jika sudah benar, maka kamu akan dibawa ke halaman baru yang mempunyai tampilan seperti pada gambar berikut, Sampai di sini berarti kamu telah berhasil mendaftar di facebook. Pada langkah 1 cukup kamu lewati saja dengan cara klik tombol lewati langkah ini

6. Pada langkah 2, akan ada isian mengenai nama sekolah, perguruan tinggi, perusahaan. Jika kamu tidak ingin mengisinya tidak apa-apa. Langsung klik saja pada tombol lewati


7. Pada langkah 3 akan ada pilihan untuk mengupload/mengunggah photo. Tapi, langkah ini bisa kamu lewati nanti saja, jadi tekan saja tombol simpan dan lanjutkan.


8. Setelah ketiga langkah tersebut selesai, kamu akan dibawa ke halaman baru. Dan diatasnya ada tulisan misalnya, “green, buka green@yahoo.com untuk menyelesaikan proses pendaftaran”. Di sebelah kanannya ada tulisan “buka email anda” klik tombol tersebut.

9. Kamu akan dibawa ke akun emailmu. Cek dalam email kamu yang digunakan untuk mendaftar facebook, biasanya akan ada email masuk dari facebook berisi konfirmasi pendaftaran. Buka email tersebut dan temukan link

Kliklah link tersebut sebagai langkah terakhir. Setelah itu, maka akun facebook yang telah didaftarkan tadi telah menjadi milikmu seutuhnya. Pergunakanlah secara layak untuk menyambung silaturahmi dengan teman, mencari teman baru, mengupload foto, video, dll. Juga bisa memainkan banyak feature hiburan seperti Texas Hold’em Poker, graffiti dan online facebook games lainnya.

Jangan sampai akun kalian jatuh ke tangan orang lain yang tidak diinginkan. Tipsnya, jangan lupa untuk selalu log out setiap habis mengaksesnya dari warnet dan jangan pernah mengasih tahu password akun facebook kalian kepada siapapun. :D .

Jika pada suatu hari ada teman yang bertanya, “bagaimana sih cara membuat fesbuk?”, kalau kamu lagi males memberikan penjelasan dari awal sampai akhir, suruh saja dia masuk ke blog ini dengan mengetik di google dengan kata kunci “cara membuat facebook”.

Sekian dulu panduan sederhana cara mendaftar facebook, semoga bisa bermanfaat bagi sahabat yang lagi membutuhkan.

Mengefektifkan Manfaat Situs Jejaring Sosial

Belakangan ini, berbagai macam situs jejaring sosial mewabah di Indonesia. Sebut saja, Facebook, Twitter, MySpace, Multiply, Plurk, Hi5, dan Tagged. Namun, keberadaan situs-situs jejaring sosial sempat menuai kritik karena dianggap kurang mendidik dan menyebabkan kecanduan. Seringkali orang menjadi lupa waktu dalam mengakses situs jejaring sosial dan dapat teralienasi dari kehidupan nyata.

Dilihat dari sisi lain, selain mampu menjalin komunikasi dengan teman dan kerabat, situs jejaring sosial pun memiliki banyak faedah. Berikut ini sejumlah aktivitas bermanfaat yang bisa diperoleh melalui situs jejaring sosial:

Menjalin relasi bisnis dan networking. Penelitian yang dilakukan Firma Demos menunjukkan situs jejaring sosial membantu pekerja dalam mencari relasi bisnis dan bisa mendongkrak penjualan produk perusahaan.

Pencarian informasi lowongan pekerjaan, tempat-tempat wisata, dan lain-lain. Layaknya milis, (mailing list), berbagai informasi dari teman juga dapat diunduh dari situs jejaring sosial.

Online shopping. Tidak sedikit anggota situs jejaring sosial yang memanfaatkan laman (web) untuk mengiklankan produk niaganya.

Kampanye politik. Keberhasilan Barrack Obama dalam meraih kursi kepresidenan juga tidak lepas dari dukungan situs jejaring sosial. Akibat peristiwa ini, pamor situs jejaring sosial membumbung tinggi.

Konsultasi pendidikan. Situs jejaring sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara mahasiswa dan dosen, terlebih jika dosen berada di luar kota.

Ajang pencarian jodoh. Berhubung tersedia ruang untuk menampilkan profil diri, secara tidak langsung situs jejaring sosial bersifat "mengiklankan diri". Status seseorang, misalnya masih sendiri atau sudah berpasangan, akan terlihat dalam situs jejaring sosial. Hal ini tentunya akan menguntungkan bagi orang yang sedang mencari pasangan.

Walaupun menyajikan segudang manfaat, sebaiknya batasi waktu dalam mengakses situs jejaring sosial. Sebab, kehidupan yang sesungguhnya ada di luar sana, bukan terkungkung dalam layar komputer. (MIL/Klasika Kompas)

Sumber: female.kompas.com

Situs Jejaring sosial

Situs jejaring sosial (bahasa Inggris: Social network sites) merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut.[1] Tampilan dasar situs jejaring sosial ini menampilkan halaman profil pengguna, yang di dalamnya terdiri dari identitas diri dan foto pengguna.[2]

Sejarah

Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. [3]

Situs jejaring sosial pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997.[1] Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. [1] Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. [1] Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh.[4] Dalam keanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain.[4] Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendster, Flick R, You Tube, Myspace.[1] Hingga akhir tahun 2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati. [1]

Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya facebook.[1] Facebook dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya.[2] Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda.[1] Twitter menggunakan sistem mengikuti - tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow). [1]

Kelebihan

Keberadaan situs jejaring sosial ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mudah dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon.[5] Selain itu, dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat.[6]

Kelemahan

Kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka (face-to-face) cenderung menurun.[3] Orang lebih memilih untuk menggunakan situs jejaring sosial karena lebih praktis.[3]. Di lain pihak, kemunculan situs jejaring sosial ini membuat anak muda tidak dapat tidak mengakses internet.[3]. Dalam kadar yang berlebihan, situs jejaring sosial ini secara tidak langsung membawa dampak negatif, seperti kecanduan (addiksi) yang berlebihan dan terganggunya privasi seseorang.[1][5]

Referensi

1. ^ a b c d e f g h i j (en)Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11.
2. ^ a b Setiawan, Dirgayuza. 2008. Gaul Ala Facebook untuk Pemula. Jakarta: Media Kita. Hal 6-9.
3. ^ a b c d (en) Watkins, S.Craig. 2009. The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future.'UK: Beacon Press.
4. ^ a b (en)Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18.
5. ^ a b Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link. 2009. Online Social Networking on Campus: Understanding What Matters in Student Culture. Taylor & Francis. Hal 120-123.
6. ^ Lin, Carolyn A. & Atkin, David A. 2002. Communication Technology and Society. Cresskill, NJ: Hampton Press, Inc. Hal 183.

Sumber : id.wikipedia.org

Jejaring sosial

Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

Analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul. Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya.

Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.

Pranala luar

* (en) The International Network for Social Network Analyis (INSNA)
* (en) Dynamic Centrality in Social Networks
* (en) Center for Computational Analysis of Social and Organizational Systems (CASOS) at Carnegie Mellon
* (en) NetLab at the University of Toronto, studies the intersection of social, communication, information and computing networks

Sumber : id.wikipedia.org